Pages

Senin, 14 November 2016

Resume Pertemuan 5 Sistem keamanan Jaringan



Latar Belakang Masalah

Jaringan komputer dan internet bukanlah sesuaatu yang baru saat ini. Internet adalah suatu jaringan komputer yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi hal ini terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat. Di dalam sebuah jaringan komputer juga banyak yang bisa merugikan penggunanya. Oleh karena itu kita harus berhati–hati pada saat terhubung ke jaringan. Dibawah merupakan pembahasan tentang Spoofing.

      Apa itu Spoofing ?
-          Apa yang dimaksud dengan DNS Spoofing ?
-          Cara penggunaan dari Spoofing ?
-          Bagaimana cara mencengahnya ?

Spoofing merupakan teknik yang biasa digunakan untuk meperoleh akses yang tidak sah ke suatu jaringan komputer atau suatu informasi, yang dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dan berpura-pura memalsukan bahwa seakan-akan mereka adalah host yang dapat dipercaya, hal ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker/ cracker.

DNS Spoofing adalah teknik khusus yang biasa digunakan untuk mengambil alih DNS sehingga layanan yang menyimpan nama domain atau IP address sebuah situs akan dapat dialihkan ke server yang lain.

Misal kita asumsikan ada 3 perusahaan (A,B dan C) yang menggunakan jaringan komputer, yang dimana perusahaan A dan B bekerja sama untuk mengembangkan suatu Produk baru yang akan menghasilkan keuntungan bagi kedua perusahaan tersebut. Perusahaan A mempunyai server DNS yang aman sedangkan perusahaan B mempunyai server DNS rentan atau bisa dikatakan tidak aman terhadap Spoofing. Dengan serangan spoofing pada server DNS dari perusahaan B, maka perusahaan C lebih leluasa untuk mendapatkan hak akses ke e-mail keluar dari perusahaan B.

Untuk mencegahnya perlu untuk memiliki keamanan jaringan yang dibangun ke dalam suatu sistem DNS.

Penutup

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa spoofing merupakan alat yang dapat digunakan untuk memperoleh hak akses yang sah ke suatu jaringan untuk memberikan alamat palsu kepada korbannya agar tidak dapat terhubung ke jaringan internet.

Saran

Saran saya agar sebaiknya untuk memiliki keamanan jaringan yang aman dan juga menggunakan versi terbaru dari DNS ahli yang berfungsi untuk memeriksa kerentanan semua jenis server DNS untuk Spoofing DNS dan masalah DNS lainnya.

Link Github : Sistem Keamanan Jaringan
Nama : Muh Akbar Tamrin 
Npm : 1144012 
Kelas : 3C D4 Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia 
Mata Kuliah : Sistem Kemanan Jaringan

Link Matakuliah : Sistem Keamanan Jaringan

Referensi :



Scan Plagiarisme :


Rabu, 09 November 2016

Resume Pertemuan 4 Sistem Informasi Geografis


Latar belakang Masalah

Geospasial merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang titik koordinat dari suatu peta dan juga mengetahui isi dari bumi.

Apa yang dimaksud dengan Retrieve data ?
Apa yang dimaksud dengan shp ?
Apa yang dimaksud dengan dbf ?

Pembahasan

Retrieve data yaitu melalukan select atau biasa juga disebut view data pada file, adapun filenya terbagi menjadi dua yaitu file dbf dan geometrik dari fie shp. Akan tetapi retrieve juga dapat memanipulasi data yang digunakan untuk melihat isi data yang ada pada geospasial biasa berupa data vektor yang berbentuk shapefile.

SHP merupakan bentuk file yang tersimpan didalam shapefile yang berfungsi untuk menyimpan data dari geometri. Didalam file shp juga mempunyai data-data  yaitu Point, Bbox dan Shapetype.

DBF merupakan suatu file yang dapat menyimpan file tabular dan juga menyimpan data atribut. DNF juga sangat sesuai degan program pengolah data lain, yang bermunculan dikarenakan ketenaran dari format berkas DBF itu sendiri.

Penutup

Kesimpulan

Kesimpulan saya aialah data retrieve dapat melakukan yang nama select/view pada data record dan juga data retrieve bisa melakukan yang namanya memanipulasi data yang digunakan untuk melihat isi data yang terdapat pada geospasial.

Saran

Saran saya agar supaya lebih mendalami materi-materi tentang sistem informasi geografis dan juga dapat melakukan praktikum tentang materi yang sudah dijelas diatas yaitu dapat melalukan manipulasi data geospasial.

Nama : MUH AKBAR TAMRIN
Npm : 1144012
Kelas : 3C
Prodi : DIV Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah : Sistem Informasi Geografis 
Link Mata Kuliah : Sistem Informasi Geografis

Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/Shapefile
http://whatis.techtarget.com/fileformat/DBF-dBASE-file

Scan Plagiarisme :

https://drive.google.com/open?id=0BxV4s71rR38XT1pTVl82WGNoYnM
https://drive.google.com/open?id=0BxV4s71rR38XSEJYZDFVaW53c0k
 
 

Sabtu, 05 November 2016

Resume Pertemuan 4 Sistem Keamanan Jaringan


Latar Belakang Masalah

Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini karena hampir disetiap tempat telah terdapat yang namanya jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi, pada sebuah jaringan komputer terdapat banyak sekali paket data yang berlalu lalang pada kabel jaringan, baik itu paket data yang mengandung informasi informasi seperti alamat sebuah situs, password, username, dan lain-lain. Tetapi dalam penggunaan internet banyak yang menggunakannya dengan tidak baik sehingga bisa saja merugikan orang lain seperti melakukan proses penyadapan ataua yag biasa dikenal dengan proses Sniffing.

Apa yang dimaksud dengan Sniffing ?
Apa contoh tools yang dapat digunalan dalam melakukan proses Sniffing ?
Apa saja potensial bahaya yang diakibatkan dari proses Sniffing ?
Apa yang dilakukan agar terhindar oleh penggunaan proses Sniffing ?


Sniffing merupakan tindakan penyadpan yang dilakukan dalam jaringan dengan tujuan untuk dapat mengambil data-data pribadi ataupun account lain yang bersifat probadi.

Contoh tools yang biasa digunakan dalam melakukan proses Sniffing adalah Tcp Dump, Wireshack, Socket Phyton, dan lain-lain.

Potensial Bahaya dari Sniffing ialah :
-          Hilangnya Privacy
Contohnya apabila kita mengirimkan email ke teman kita maka email tersebut akan dikirimkan dari komputer terus melewati jaringan komputer teman kita, lalu kemudian melalui jaringan internet dan akan sampai di inbox email teman kita, jika isi email kita bisa ditangkap oleh Snifer maka email menjadi tidak lagi bersifat pribadi jika Snifer membaca isi dari email kita.
-         Tercurinya Informasi Penting dan Rahasia
Password dan username adalah informasi rahasia yang bisa ditangkap oleh Sniffer dengan sangat mudah saat melakukan login di halaman website melalui internet.

Penutup

Kesimpulan

Sniffing sendiri merupakan suatu tindakan yang sangat sulit untuk di cegah. Namun tetntunya kita bisa meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi dikemudian hari. Hal paling cepat di gunakan adalah penggunaan enskripsi sehingga data-data yang lalu lalang di dalam jaringan kita sangat sulit untuk dibaca tapi bukan berarti ini merupakan cara yang aman bisa saja penggunaan enskripsi ini dibobol oleh Sniffer.

Saran

Saran saya sebaiknya jangan digunakan untuk menjaili orang ataupun menjaili teman karena ini hanya sebatas pengetahuan saja, bahwa didunia ini masih bisa ditembus.

Link Github : Sistem Keamanan Jaringan

Nama : Muh Akbar Tamrin                                                                               
Npm : 1144012
Kelas : 3C
Prodi : D4 Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah : Sistem Keamanan Jaringan

Link Mata Kuliah : Sisten Keamanan Jaringan

Referensi :

Scan Plagiarisme :

Senin, 31 Oktober 2016

Resume Pertemuan 3 Sistem Keamanan Jaringan


Latar Belakang Masalah :
-          Apa yang dimaksud dengan Anatomi Hacking ?
-          Apa saja langkah – langkah dalam Anatomi Hacking ?
-          Apa fungsi dari Scapy ?
-          Apa fungsi dari ether() ?

Pembahasan

Anatomi Hacking adalah langkah – langkah yang dilakukan secara berurutan dalam proses Hacking. Anatomi hacking digunakan untuk bertahan dari serangan – serangan hacker yang bertujuan negatif terhadap sistem keamanan jaringan kita.

Langkah – langkah dalam anatomi hacking yaitu :
reconnaissance
reconnaissance bisa diartikan sebagai pengintai yang artinya adalah mencari/mendapatkan target dan informasi sebanyak mungkin tentang jaringan korban yang akan diincar.

Scanning
Melalukan scanning pada korban/target untuk memetakan kelemahan dan kekuatan korban, mengumpulkan informasi jaringan korban yang lebih spesifik daripada langkah yang sebelumnya.

Gaining Access
Pada tahap ini hacker akan mencoba masuk kedalam sistem korban dengan cara melakukan proses attack.

Maintaining Access
Setelah menguasai akses ke jaringan korban pada tahap ini hacker telah mengambil alih sistem dan juga hacker membentuk pertahanan agar sistem yang sudah di hack tidak dapat dilakukan perbaikan lagi oleh korban.

Clearing Tracks

Di tahapan ini, hacker akan membersihkan atau menghilangkan jejak agar korban tidak mengetahui apabila sistemnya telah bobol oleh orang lain.
Scapy adalah salah program dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman pyhton dan dapat digunakan untuk memanipulasi paket pada jaringan, membangun dan memecahkan paket – paket dari berbagai protokol dan juga scapy dapat mengajarkan kita akan semua proses – proses dari suatu protokol.

Ether() berfungsi sebagai later fisik yang pada OSI Layer atau biasa juga disebut dengan ethernet merupakan teknologi jaringan komputer berdasarkan kerangka jaringan area lokal area network.


Penutup
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas bisa disimpulkan apabila ingin melakukan suatu proses hacking agar dapat memahami terlebih dahulu tentang langkah – langkah yang telah disiapkan untuk menghack yaitu Anatomi Hacking.

Saran
Saran saya apabila melakukan hacking cari informasi jaringan korban dengan secara spesifikasi agar tidak dapat mudah dilacak dan jangan lupa menghapus jejak agar tidak dimasuk bui hehehe...

Link Github : Sistem Keamanan Jaringan

Nama : Muh Akbar Tamrin
Npm : 1144012
Kelas : 3C
Prodi : D4 Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah : Sistem Keamanan Jaringan

Link Mata Kuliah : Sistem Keamanan Jaringan

Referensi :

Scan Plagiarisme :

Selasa, 25 Oktober 2016

Resume Pertemuan 3 Sistem Informasi Geografis


Latar Belakang Masalah
pada postingan kali ini membahas mengenai data spasial. Data spasial merupakan data yang merepresentasikan kenampakan nyatanya ialah permukaan bumi. Data spasial terdiri dari dua macam yaitu data vektor geospasial dan data raster geospasial. Data vektor geospasial dapat mempresentasikan permukaan bumi sebagai titik, garis dan polygon. Dipostingan ini juga kita dapat mencari info tentang jumlah seperti jumlah kota yang ada pada beberapa lokasi dengan menggunakan penerapan data vektor seperti berikut.
1. Apa saja yang ada didalam data vektor geospasial ?
2. Apa fungsi dari Shapefile/shp ?
3. Sistem apa yang digunakan untuk melihat jumlah shapefile ?
4. Apa saja yang akan diperlukan untuk melihat jumlah shapefile ?

Data vektor adalah data yang menampilkan pola keruangan dalam bentuk titik, garis, kurva atau poligon. Data vektor sangan baik untuk merepresentasikan fitur-fitur jaringan jalan, gedung, rel 

kereta dan letak koordinat. Didalam data vektor terdapat banyak class, salah satunya adalah shapefile atau shp.

Shapefile sendiri berfungsi untuk melakukan perhitungan jumlah seperti menghitung jumlah kota yang ada pada ruang lingkup tertentu dengan menggunakan beberapa macam sistem.
Sistem yang digunakan untuk melihat jumlah shapefile ataupun menghitung jumlah shapefile bisa menggunakan beberapa sistem, disini kita akan menggunakan sistem python karena bisa dikatakan mudah dalam penggunaannya.

Untuk melihat data itupun kita dapat menggunakan Phyton, PySHP, dan pipi yang dapat dijalankan prosesnya pada Command prompt dengan mudah.

Penutup
Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menghitung jumlah data yang ada pada shapefile ataupun  melihat data shapefile bisa dikatakan cukup mudah karena hanya bermain dengan Command Prompt dan masih banyak lagi.

Saran
Saran saya agar materi tentang data vektor dan shapefile lebih dipahami karena dapat menentukan jumlah shapefile seperti jumlah kota sehingga lebih mudah untuk para penggunanya apabila dapat memahami dengan baik.


Nama : Muh Akbar Tamrin
Npm : 1144012
Kelas : 3C
Prodi : D4 Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah : Sistem Informasi Geografis

Link Mata Kuliah : Sistem Informasi Geografis

Referensi

Scan Plagiarisme :

Kamis, 20 Oktober 2016

Kapita Selekta Tentang SSH Key

Kapita Selekta Tentang SSH Key Pada Github

Latar Belakang

Github merupakan sebuah media untuk berbagi resume, tugas, dan sampai berbagai source code. Belakangan ini Github cukup mempunyai peran yang penting bagi perkembangan TI, karena di Github lah para proggramer  bisa saling sharing satu sama lain terlebih saling sharing tentang hal hal yang berhubungan dengan TI. Oleh karena itu, kita yang menuntut ilmu di jurusan TI sangat terbantu dengan adanya github ini.


Nah sekarang kita akan belajar tentang SSHkey merupakan suatu cara untk mengidentifikasi komputer terbesar tanpa melibatkan password apapun. Jadi disini anda dapat membuat kunci SSH dan kita juga dapat menambahkan kunci publik ke dalam akun github anda.

Dibawah Adalah Tutorialnya :


Penutup
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya ialah Penggunaan Github sangatlah bermaanfaat bagi pengguna dan terutama untuk para Developer perangkat lunak agar supaya dapat mengontrol kinerja kerjanya.
Saran
Saran saya agar supaya para developer perangkat lunak menggunakan Github untuk mengontrol kinerja kerjanya.

Link Github : Kapita Selekta

Nama : Muh Akbar Tamrin
Npm : 1144012
Kelas : 3C
Prodi : D4 Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah : Kapita Selekta

Link Mata Kuliah : Kapita Selekta


Scan Plagiarisme


Senin, 17 Oktober 2016

Resume Pertemuan 1 Keamanan Jaringan

Resume Pertemuan 1 Keamanan Jaringan


Latar Belakang Masalah
·         Apa saja layer yang ada pada OSI layer ?
·         Apa saja fungsi masing-masing layer pada OSI layer ?
·         Apa saja layer pada TCP/IP ?
·         Apa saja fungsi masing-masing layer pada TCP/IP ?
·         Apa perbedaan dari OSI layer dengan TCP/IP layer ?

Layer yang ada pada OSI layer :


Application memiliki fungsi sebagai antarmuka dengan fungsionalitas jaringan. Presentation berfungsi sebagai pentranslasi data yang akan ditransmisikan pada aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Session berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau dihancurkan. Transport berfungsi untuk membagi data kedalam paket-paket sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Network berfungsi mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch. Datalink berfungsi untuk menentukan bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Physical berfungsi mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan.
  
Layer – layer yang ada pada TCP/IP yaitu :


Application Layer berfungsi memberikan service kepada pengguna jaringan. Transport Layer berfungsi untuk mengadakan komunikasi antara dua PC dan mengirimkan paket. Internet Layer berfungsi untuk mencari jalur terbaik untuk pengiriman paket data. Network Accees Layer berfungsi untuk mengirim dan menerima dari dan ke media fisik.

Perbedaan antara OSI layer dengan TCP/IP ialah :
OSI layer mengembangkan modelnya berdasarkan pada teori sedangkan TCP/IP mengembangkan modelnya setelah sudah diimplesentasikan.


Penutup
Kesimpulan
Jadi kesimpulan pada penjelasan diatas mengenai ISO dan TCP/IP memiliki beberapa perbedaan dan persamaan.

Saran

Saran saya agar pembelajaran mengenai ISO layer dan TCP/IP layer agar lebih diperjelas lagi materinya agar supaya mahasiswa lebih dapat memahami tentang ISO layer dan TCP/IP itu sendiri.
Link Github : Keamanan Jaringan

Nama : Muh Akbar Tamrin
Nmp : 1144012
Kelas : 3C
Prodi : D4 Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia
Mata Kuliah : Sistem Keamanan Jaringan
Link Mata Kuliah : Sistem Keamanan Jaringan


Scan Plagiarisme :
 

Blogger news

Blogroll

About